
By Luqman Setiawan
Ada 3 media bermain sensasional saat saya kanak2 dulu.Air,Tanah,dan..Pasir !
Yah,kenapa sensasional ? karena merangsang kreatifitas,dan imajinasi bermain peran (role playing) terhadap sebuah objek pandang yang saya idolakan menjadi berpindah seolah-olah menyatu dengan diri saya. Dengan air (siapa sih anak2 yang gak seneng main air ?),imajinasi kanak2 berkembang seiring irama kecipak air yang bisa merubahnya untuk jadi apa saja...petugas PMK ? ikan duyung?perenang?kuda2an?kapal2an?tentara dengan perang2annya? dan lain-lain.Karena medianya likuid (yaa..namanya juga air),maka kira2 imajinasi 3 dimensilah yang banyak bermain didalamnya.Misalnya,waktu main kapal2an,maka teknik 3 dimensi dibuat dengan sederhana menggoyang alas air agar menjadi gelombang layaknya gulungan ombak samudra.
Dengan Tanah ?Tiba2 sekumpulan gundukan tanah tak berbentuk berubah dalam sekejap menjadi replika mikropon.Dan segerombolan bocah fasih berkata-kata layaknya reporter televisi (TVRI,doeloe).Owalah... sedang berimajinasi menjadi insan broadcasting tho?Atau tiba2 ada yang menodongkan gundukan tanah berbentuk lancung sambil teriak,"angkat tangan !".
Yang satu ini layaknya polisi mengkeler penjahat ke hotel prodeo.Beda dengan air,media tanah merangsang keterampilan psikomotorik anak menjadi tajam. Konstruk media tanah yang nyata,merupakan alam realistis yang mampu mentransmisikan angan2 anak menjadi suatu prototipe yang nyata.
Menarik,kala kita mencermati media pasir.Barangkali ini adalah media persilangan diantara air dan tanah.Pasir sukses mengawinkan aspek kognitif,psikomotorik,dan afektif dalam alam bawah sadar anak.Setidaknya,pengalaman waktu saya kecil doeloe.Ada dua arus utama permainan kanak2 dengan pasir. Pertama,yang dilandasi dengan moral.Bermain dalam kebersamaan,keteraturan dan tata etik anak2.Istana pasir,tracking miniatur jalur kendaraan yang mengulir menuju puncak bukit,adalah contohnya.Kedua,kebalikannya.Penuh dengan muslihat,dan akal2an.Jebakan pasir yang ditutupi kertas semen,adalah contohnyaLebih parah lagi, didalam lubangnya ditaburi "ranjau penuh nista" limbah kotoran kucing atau anjing.Maka jatuhlah korban teman sebaya saat tertipu akal2an skenario lomba lompat jauh.Modifikasi pribahasa "sudah jatuh tertimpa tangga di e'e'in kucing dikencingin anjing" nampaknya cukup klop dengan arus utama yang kedua ini. Pesan penting dari media bermain anak adalah,ternyata soal etika dan moral dalam bermain dengan media apa saja bisa hitam,putih,atau abu-abu.Meski,pasir memang layak punya banyak pengecualian,karena partikel yang satu ini berada diantara persilangan media likuid dan padat, tapi air,dan tanah juga tidak kedap nilai dalam interaksinya dengan anak2.Orang tua dan manusia dewasa lain yang berada disekitar anak2lah yang berkewajiban menuntun dan mengamankan nilai2 etika dan moral agar keberlangsungan eksistensi peradaban manusia tetap lestari []
